0. HADIS-HADIS TENTANG PENDIDIKAN TAUHID Tarmizi Dosen Tetap Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sumatera Utara Jl. Williem Iskandar Psr. V Medan Estate, 20371 - Medan. Abstrak: Islamic Education as part of the National Education System has the responsibility to create a better educational climate. That is an education system that really
Penelitianselanjutnya diharapkan dapat membahas lebih banyak lagi ayat Alquran tentang pelestarian lingkungan dan pendidikan lingkungan. Bibliography. Ananda, Rizki. (2017). Implementasi nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 19-31. Azam, Ulul. (2016).
Hadistentang ruang lingkup pendidikan (indo) 1. HADIST RUANG LINGKUP PENDIDIKAN ISLAM Di Susun Oleh : Nenden Esa KM : 111 10 006 Afif Kurnia Rohman : 111 10 007 Dwi Cahyo N : 111 10 008 Anisa Khomsiyah : 111 10 032 - lingkungan keluarga - lingkungan sosial - lingkugan sosial 7. B. Hadist Iman, Islam dan Ihsan ] [ 8. Arti Hadist : Dari Umar
Vay Tiแปn Nhanh. Abstrak . Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan, sebab lingkungan pendidikan berfungsi menunjang terjadinya proses belajar mengajar, lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi terselenggaranya suatu pendidikan sangat dibutuhkan. Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan alam hayati, lingkungan alam non-hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial. Pendidikan merupakan salah satu kewajiban pertama bagi orang tua. Dalam Islam, orang yang paling bertanggung jawab dalam pendidikan anak adalah orang tua. Keluarga adalah โumat terkecilโ yang memiliki pimpinan dan anggota, mempunyai pembagian tugas dan kerja, serta hak dan kewajiban bagi masing-masing anggotanya. Pendidikan keteladanan terbaik bagi anak, ialah jika kedua orang tua mampu menghubungkan anaknya dengan keteladanan Rasรปlullรขh SAW, sebagai uswah seluruh umat manusia. Lingkungan sekolah yang positif yaitu lingkungan sekolah yang memberikan fasilitas dan motivasi untuk berlangsungnya pendidikan Kunci. Lingkungan, PendidikanDaftar PustakaAhmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. 2001. Ilmu Pendidikan. Jakarta Rineka Js. 1996. Kamus Umum Bahas Indonesia. Jakarta Pustaka Sinar 2015. โTelaah Komparasi Konsep Pembelajaran Menurut Imam Al-Zarnuji dan Imam Al-Ghozaliโ. Tarbawi. 102 17-26 Juli - Desember 2015. Terdapat dalam Abudin. 2010. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta Raja Grafindo Samsul dan Zainal Efendi Hasibuan. 2011. Hadist Tarbawi. Jakarta Kalam Ngalim. 1996. Psikologi Pendidikan. Bandung Remaja Rosda 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta Kalam Ag. tt. Pendahuluan Pendidikan Umum. Bandung CV. 1982. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta Aksara Ahmad. 2000. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung Remaja Rosda Ahmad. 2003. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung Pustaka Setia.
Pemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebihpada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikanlingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadisdijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimanadiriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisadicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakanpenjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabilaada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telahmelanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnyadilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilaiajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upayamembangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harusdilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individuuntuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalammenyikapi fenomena lingkungan hidup. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIf HADIS Membangun Kesadaran Pendidikan dalam Melestarikan LingkunganAli MuhtaromIAIN Sultan Maulana Hasanuddin Bantene-mail AbstrakPemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebih pada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikan lingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimana diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisa dicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakan penjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabila ada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telah melanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnya dilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilai ajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upaya membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harus dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individu untuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalam menyikapi fenomena lingkungan kunci Pendidikan, Lingkungan hidup, Hadits An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 14A. PendahuluanBanyaknya permasalah lingkungan hidup seperti perusakan hutan, punahnya beberapa jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan, erosi, polusi udara, dan lain-lain adalah menunjukkan gejala-gejala adanya ketidak seimbangan di dalam sistem lingkungan hidup di bumi. Sesungguhnya sumber permasalahan lingkungan hidup terletak pada ulah manusia yang dalam akti๎tasnya tidak mempedulikan keseimbangan dan keserasian ditinjau dari perspektif sainti๎k dan normatif, kerusakan lingkungan banyak disebabkan oleh ulah manusia melalui sikap pandangannya. Ini bisa terjadi karena tidak sesuainya interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia sebagai pribadi atau di dalam proses pergaulan hidupnya. Dengan demikian masalah lingkungan hidup tidak hanya terbatas pada masalah sampah, pencemaran, penghutanan kembali maupun sekedar pelestarian alam. Namun masalah lingkungan hidup merupakan bagian dari suatu pandangan hidup; sebab ia merupakan kritik terhadap kesenjangan yang diakibatkan oleh pengurasan energi, dan keterbelakangan yang diakibatkan oleh pengejaran pertumbuhan ekonomi yang optimal dan konsumsi yang maksimal. Dengan kata lain, masalah lingkungan hidup berkaitan dengan pandangan dan sikap hidup manusia untuk melihat dirinya sebagai Negara kepulauan akan sangat rentan terhadap akibat dari pemanasan global ini. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB tahun 2011 menunjukkan bahwa 85% lebih bencana yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2002-2011 adalah terkait bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh kerusakan yang dimiliki oleh Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia menunjukkan bahwa Status Lingkungan Hidup Indonesia SLHI secara umum mengalami penurunan kualitas dari tahun ke tahun. Kualitas udara cenderung menurun disebabkan pencemaran udara yang diakibatkan transportasi, terutama kendaraan bermotor. Kualitas air juga mengalami penurunan diakibatkan oleh pencemaran. Bahkan menurut catatan Walhi, ditemukan bahwa pada tahun 2012, aktor perusak lingkungan hidup tertinggi adalah perusahaan, terutama sektor tambang dan perkebunan, Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis15kemudian disusul oleh pemerintah, dan yang terakhir adalah sistem lingkungan hidup ke dalam ketidakseimbangan, tidak hanya disebabkan oleh satu hal, tetapi oleh berbagai macam campur tangan manusia tadi, yang secara keseluruhan dampak negatifnya terhadap alam dan iklim sangat besar. Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, dengan tidak mempertimbangkan bahwa aktivitas yang berlebihan dalam mengeksploitasi lingkungan guna memenuhi kebutuhan dan keinginannya, akan melampaui kemampuan lingkungan dalam mendukung perikehidupan. Aktivitas berupa eksploitasi yang berlebihan, itulah yang menyebabkan terganggunya keseimbangan dan keserasian lingkungan. Tidak jarang terjadi manusia yang melakukan tindakan over eksploitasi itu didorong oleh motivasi untuk mencari keuntungan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, amat berpengaruh pada tingkah laku manusia. Bersamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, terjadi pula pergeseran nilai-nilai, terutama nilai interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknoligi itu memberikan tekanan yang semakin berat kepada daya dukung lingkungan. Semula manusia hanya mengambil dan mengumpulkan kebutuhan hidupnya dari lingkungan yang ditempatinya. Kemudian kemajuan teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana yang efektif untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-keinginan Soemarwoto, sebagaimana dikutip NHT Siahaan, membedakannya antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan diartikan sebagai sesuatu yang terbatas dan diperlukan untuk mencapai kesehatan, keamanan dan aspek-aspek yang berkaitan secara manusiawi. Sedangkan keinginan, diartikan kebalikannya, tidak ada batasnya, selalu ingin lebih banyak, menanjak tiada batas the rising demand.NHT Siahaan, membedakan tiga pola keinginan dan ancaman lingkungan ekologis ke dalam pola individual, pola politik pembangunan, dan pola negara-negara maju/ negara-negara industri. Pola individu mengarah pada perbuatan-perbuatan seseorang yang cenderung mempengaruhi lingkungannya dapat dilihat dalam hal-hal An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 16a Faktor ketiadaan perangkat-perangkat norma yang mengatur interaksi-interaksi individu dan Faktor ketiadaan sarana-sarana pembinaan lingkungan. Seseorang cenderung melakukan sesuatu yang tidak baik pada tata lingkungannya karena tiada alternatif lain yang memungkinkan ia berbuat wajar pada lingkungannya. Misalnya seseorang membuang sampah ke sembarang tempat, karena tiada bak-bak sampah yang tersedia secara Faktor egoisme. Pola keinginan yang kurang kendali kerapkali terdorong oleh faktor selalu mementingkan diri sendiri ego centris. Kepentingan yang berkenaan dengan masalah bersama biasanya kurang menjadi perhatian banyak orang. Dalam persoalan dengan masalah lingkungan, faktor egoisme demikian boleh juga dikatakan sebagai hal cukup dominan. Misalnya para pemegang HPH, dalam beberapa hal tidak jarang melanggar peraturan-peraturan dan prosedur yang ditetapkan dalam eksploitasi areal Pengawasan dan penegakan hukum Law Enforcement. Faktor pengawasan dan penegakan hukum yang konsekuen sangat banyak artinya dalam usaha mempertahankan konservasi lingkungan. Benturan-benturan, dampak dan interaksi yang berlebihan pada lingkungan dapat dicegah melalui sistem-sistem pengawasan dan penegakan hukum. Tetapi sebaliknya sistem kontrol yang lemah dan system enforcement yang tidak tegas akan saja menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk menggunakan lingkungan politik pembangunan pada umumnya terjadi di negara-negara berkembang yang sedang giat-giatnya dan penuh ambisius dalam melakukan pembangunan. Para pemerintah negara berkembang berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan social masyarakat di segala bidang kehidupan lewat berbagai upaya. Keinginan mamajukan negaranya tersebut diwujudkan melalui usaha-usaha membuka kebijaksanaan baru untuk menarik investor asing menanamkan modalnya; imporisasi barang-barang yang dinilai mewujudkan kemajuan seperti kendaraan-kendaraan, alat-alat kebutuhan mutakhir, perabot rumah tangga, mendayagunakan sumber-sumber daya alam Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis17untuk mendukung system pembangunan. Tetapi negara-negara berkembang kerapkali menghadapi kenyataan-kenyataan berupa ekses-ekses yang justru tidak jarang membuat tujuan yang dicanangkan sulit dicapai. Misalnya timbulnya kerusakan lingkungan hidup melalui negara-negara maju atau negara-negara industri pun menjadi salah satu ancaman bagi lingkungan hidup. Pola ini bisa diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang dikembangkan oleh negara-negara maju tersebut. Bagi negara-negara membangun, masalah efek sampingan teknologisasi itu tidaklah merupakan pertimbangan penting. Bagi mereka yang perlu ialah kemajuan. Oleh negara-negara maju, ambisi-ambisi negara-negara berkembang ini disambut dan dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan industri dan perdagangan negaranya. Segala macam keinginan negara berkembang dipenuhi seakan-akan dermawan yang murah hati. Terjadilah perubahan di mana negara-negara berkembang dijadikan pasar pelemparan bagi barang-barang industri yang tidak dalam ajaran Islam, Al-Quraโn dan as-Sunnah Nabi Muhammad secara tegas melarang umat manusia membuat kerusakan lingkungan. Di dalam al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang melarang secara eksplisit perusakan lingkungan. Seperti dalam surat ar- surat Ruum ayat 41, surat as-Syuura ayat 30, aI-Baqarah ayat 69 dan ayat melestarikan lingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimana diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Nabi juga membuat lahan konservasi di Naqiโ, sedangkan Khalifah Umar bin al-Khatab membuat lahan konservasi di kawasan Syaraf dan Rabazah sebagaimana hadis Bukhari nomor 2197. Kemudian Nabi juga menyuruh supaya manusia memanfaatkan lingkungan dengan menanam pohon-pohon yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk di bumi. Sebagaimana dalam riwayat Iman Bukhari hadis 2172 dan hadis riwayat Muslim nomor 2900, 2901, 2902, 2903 dan masih banyak lagi hadis-hadis yang menyuruh pada umat manusia agar merawat dan melestarikan lingkungan. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 18Namun permasalahan yang perlu dikemukakan adalah bagaimana pemahaman atau interpretasi nilai-nilai Islam, khususnya mengenai hadis-hadis tentang lingkungan hidup ini bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan manusia pada saat ini? Dan bagaimana nilai-nilai ajaran Islam mengenai pembinaan kesadaran lingkungan hidup benar-benar membentuk karakter bagi semua umat manusia? B. Hadis tentang Lingkungan Hidup ๎๎ช๎ช๎จ๎ฝ๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎จ๎ ๎ต๎จ๎ณ๎ฌ๎ฟ๎ฉ๎ ญ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎ง๎๎ฌ๎ก๎จ๎๎ฉ๎๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎จ๎น๎จ๎ฒ๎ต๎จ๎๎ฉ๎ฝ๎๎บ๎ฉ๎ท๎จ๎ก๎๎ต๎จ๎ต๎จ๎จ๎๎ฌ๎๎จ๎ฝ๎๎ง๎ซ๎ช๎จ๎ ๎๎ฉ๎ด๎ฌ๎ จ๎๎ฉ๎ฌ๎ฒ๎จ๎ต๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎๎ง๎ซ๎ช๎๎ฌ๎ ผ๎ฉ๎๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎ช๎๎ฌ๎๎๎ช๎๎ฌ๎ธ๎จ๎ ญ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎ง๎ฃ๎ช๎ก๎ฌ๎๎ฉ๎ฒ๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎ช๎ฌ๎๎จ๎ธ๎ฉ๎๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎ช๎๎๎ณ๎จ๎ฉ๎ค๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎ช๎๎พ๎ช๎ก๎จ๎๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎จ๎ ๎ต๎จ๎ณ๎ฌ๎พ๎จ๎ฐ๎ฉ๎๎๎ช๎๎๎ฉ๎ท๎จ๎๎ฌ๎ฝ๎จ๎๎๎ฉ๎๎ฌ๎๎๎จ๎๎๎บ๎จ๎๎๎ฅ๎๎จ๎๎ฌ๎๎ช๎๎๎จ๎๎จ๎๎จ๎ ฐ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ฒ๎๎จ๎ฑ๎๎ฐ๎จ๎๎จ๎ข๎๎ช๎ท๎ฌ๎พ๎จ๎ฐ๎จ๎ ๎๎ฉ๎๎ฌ๎๎ ๎๎๎จ๎๎๎ช๎๎ฌ๎๎ ๎ฉ๎๎บ๎ฉ๎๎จ๎๎ ๎จ๎๎ต๎จ๎ฉ๎ ๎จ๎๎ต๎จ๎ฉ๎๎ช๎ด๎ฌ๎ก๎จ๎ ฌ๎๎ฆ๎จ๎ฒ๎จ๎ผ๎ฌ๎ฉ๎ฅ๎๎ฉ๎ฝ๎ฝ๎ช๎๎จ๎ฌ๎ก๎๎๎๎จ๎๎จ๎ธ๎ ๎จ๎๎ต๎จ๎ช๎จ๎ ฏ๎๎ช๎ฝ๎ฝ๎ช๎๎จ๎ฌ๎ก๎๎๎๎จ๎๎จ๎ธ๎ ๎จ๎ด๎ฌ๎ก๎จ๎ฒ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎๎ฉ๎ข๎๎จ๎๎๎บ๎ฉ๎ท๎จ๎ก๎๎จ๎ฎ๎ช๎ก๎ฉ๎๎๎ช๎๎ต๎๎ ๎๎๎ง๎ซ๎จ๎จ๎๎๎ช๎ฌ๎๎จ๎ค๎ช๎ท๎๎ต๎ฅ๎ณ๎ฌ๎ฐ๎ฉ๎๎จ๎ข๎๎ต๎ฅ๎ฟ๎จ๎ธ๎จ๎ ญ๎๎ฉ๎ฑ๎ช๎ก๎ต๎จ๎น๎จ๎ฌ๎ ๎๎จ๎ข๎๎ช๎ฎ๎พ๎ช๎ ผ๎๎๎ก๎๎๎ฉ๎ด๎ฌ๎ จ๎๎๎ต๎จ๎น๎ช๎ท๎ ๎ ๎ฎ๎ช๎๎จ๎ผ๎ฌ๎๎จ๎ น๎๎ง๎๎จ๎๎จ๎ฆ๎ ๎ช๎๎๎ฅ๎๎จ๎๎ฌ๎๎ช๎๎๎จ๎๎จ๎๎จ๎ ฐ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ฒ๎๎ช๎ด๎ฌ๎ก๎จ๎ ฌ๎๎ฉ๎น๎จ๎ณ๎จ๎ฐ๎จ๎๎จ๎ข๎๎ง๎ช๎ ๎ต๎จ๎๎๎ฉ๎ด๎ฌ๎ จ๎๎ฉ๎จ๎ ๎ฌ๎จ๎ฅ๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎๎ช๎๎ต๎๎ ๎๎ ๎ช๎๎๎ฉ๎ท๎จ๎๎ฌ๎ฝ๎จ๎๎๎ฉ๎๎ฌ๎๎ ๎จ๎๎๎บ๎จ๎๎๎ต๎จ๎น๎พ๎ช๎ ฏ๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎ฉ๎ ๎บ๎ฉ๎ ฒ๎จ๎ฝ๎๎จ๎ ๎ต๎จ๎ณ๎ฌ๎พ๎จ๎ฐ๎ฉ๎๎ ๎ช๎ช๎จ๎ฝ๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎จ๎ ๎ต๎จ๎ณ๎ฌ๎ฟ๎ฉ๎ ญ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎ฆ๎๎จ๎ณ๎ฌ๎ก๎จ๎ฒ๎๎ต๎จ๎ต๎จ๎จ๎๎ฌ๎๎จ๎ฝ๎๎ช๎๎๎๎๎๎๎ก๎๎๎ฉ๎๎ฌ๎ธ๎จ๎ ญ๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎ ๎จ๎
๎ต๎จ๎ฉ๎ ๎ง๎ถ๎พ๎ช๎ ผ๎จ๎๎๎จ๎ด๎ฌ๎ จ๎๎๎ฉ๎๎ฌ๎๎ ๎๎๎จ๎๎๎ช๎ซ๎ช๎ฑ๎๎ ๎๎ ๎จ๎๎ช๎ฟ๎๎จ๎ฝ๎ฝ๎ช๎๎จ๎ฌ๎ก๎๎๎ฉ๎๎จ๎ ฏ๎ฌ๎๎จ๎ฝ๎๎ช๎ฌ๎๎จ๎ก
๎ ๎๎ก๎๎๎ช๎ด๎ฌ๎ท๎๎จ๎๎จ๎ข๎ฌ๎๎ฉ๎ ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎ ๎ง๎ฅ๎พ๎ช๎ช๎จ๎พ๎๎ฌ๎ด๎ช๎ฒ๎๎ง๎ฎ๎ฉ๎๎จ๎๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎ฉ๎ก๎จ๎บ๎ฌ๎จ๎๎๎จ๎ฑ๎๎ฐ๎จ๎๎จ๎ข๎๎ช๎ท๎ฌ๎พ๎จ๎ฐ๎จ๎ Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Usamah dari Ibnu Juraij dari Utsman bin Abu Sulaiman dari Saโid bin Muhammad bin Jubair bin Muthโim, dari Abdullah bin Hubsyiy ia berkata, Rasulullah saw bersabda โBarang siapa menebang pohon bidara maka Allah akan membenanmkan kepalanya dalam api nerakaโ. Abu Dawud pernah ditanya tentang hadis tersebut, lalu ia menjawab secara ringkas, makna hadis ini adalah barang siapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan sia-sia dan zhalim, padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musa๎r dan hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka. โTelah menceritakan kepada kami Makhlad bin Khali dan Salamah โmaksudnya Salamah bin Syabib, telah Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis19menceritakan kepada kami Abdurrazak berkata, telah mengabarkan kepada kami Maโmar dari Utsman bin Abi Sulaiman dari seseorang penduduk Tsaqif dari Urwah bin Zubair dan ia memarfuโkannya kepada Nabi saw seperti hadis tersebut. HR. Abu dawud, nomor 45611. Para PerawiHadis tersebut diriwayatkan oleh para perawi dengan dua jalur, yaitu jalur Abdullah bin Hubsyi dan Urwah bin Az-Zubair. Bila dilihat dari skema sanad adalah sebagai berikutUtsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin MuthโimAbdurrazaq bin Hammam bin Nafiโ Makhlad bin Khalid bin YazzidHammad bin Usamah bin Zaid Nahsr bin Ali bin Nashr bin ShubhanAbdul Malik bin Abul Aziz bin JuraijSaid bin Muhammad bin Jubair bin Muthโim Nabi Muhammad Saw. Penjelasan mengenai para perawi jalur pertama, yaitu jalur Abdullah bin Hubsyi pada hadis tersebut adalah An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 201. Abdillah bin HubsyiyyNama lengkapnya adalah Abdillah bin Hubsyiyy. Kunyahnya Abu Qatilah. Golongan sahabat. Tempat menetap di Marwal al-Raud. Meriwayatkan hadis langsung dari Nabi Muhammad saw. Derajatnya menurut jumhur ulama adalah Said bin Muhammad bin Jubair bin MuthiโimNama lengkapnya Saโid bin Muhammad bin Jubair bin Muthโim al-Qurasyi al-Nau๎li. Tinggal di Madinah. Golongan tabiโin biasa. Derajat menurut Ibnu Hibban an Adzahabi tsiqoh. Sedangkan dari aspek kualitas, Saโid dinilai dengan pentaโdilan peringkat keenam maqbul, yakni tingkat keadilan diakui, namun dari aspek kedlabitannya kurang Utsman bin Abi SulaimanNama lengkapnya Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muthโim. Golongan tabiโin tidak jumpa sahabat. Tinggal di di Marwal al-Raud. Derajatnya, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Muโin, Abu Hatim al-Razi, al-Ijli, dan Muhammad bin Saโad mengatakan tsiqoh 4. Ibnu Juraij Nama lengkapnya adalah Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij. Kunyahnya Abu al-Walid. Wafat tahun 150 H. Golongan tabiโin tidak jumpa sahabat. Tinggal di di Marwal al-Raud. Derajatnya menurut Yahya bin Saโid al-Qaththan; shauq, Yahya bin Muโin, Al-Ijli, dan Ibnu Hibban tsiqoh5. Abu UsamahNama lengkapnya adalah Hammad bin Usamah bin Zaid. Kunyahnya Abu Usamah. Wafat 201 H. Golongan tabiโit tabiโin biasa. Tinggal di Kufah. Derajat Ahma bin Hanbal, Yahya bin Muโin, Al-Ijli, Ibnu Hubban, dan Adzahabi mengatakan Nashr bin AliNama lengkapnya Nashr bin Ali bin Nashr bin Shahban. Kunyahnya Abu mr. wafat tahun 250 H. Golongan tabiโit tabiโin kalangan tua. Tinggal Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis21di Bashrah. Derajat Ahmad bin Hanbal la baโsa, Abu Hatil al-Razi, An-NasaโI, Ibnu Kharrasy, Maslamah bin Qasim adalah Abu DaudNama lengkapnya adalah Sulaiman bin al-Asyโasy bin Ishaq bin Basyir bin Saddad Abu Dawud al-Sijistani. Golongan wafat pada tahun 275 H. Derajatnya menurut Maslamah bi Qashim adalah tsiqoh. Al-Hakim memujinya bahwa Abu Dawud adalah ahli hadis di zamannya. Dan Musa bin Harun mengatakan โAbu Dawud dilahirkan di Dunia untuk hadis dan di akhirat untuk masuk surgaโ.Sedangkan penjelasan mengenai para perawi jalur kedua, yaitu jalur Urwah bin Az-Zubair pada hadis tersebut sebenarnya sama-sama bertemu dengan Utsman bin Abi Sulaiman bin Jubair bin Muthโim. Namun dari jalur yang kedua ini terputus karena adanya perawi yang tidak disebutkan identitasnya, yaitu dengan menggunakan rajulin. Secara lebih jelas beberapa perawi pada jalur kedua tersebut adalah1. Urwah bin az-Zubair. Nama lengkapnya adalah Urwah bin az-Zubair bin al-Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Izzi bin Qu. Kunyahnya adalah Abu Abdullah. Golongan Tabiin kalangan pertama. Tempat menetap di Madinah. Wafat pada tahun 93 H. Derajatnya menurut al-Ajli dan Ibnu Hajar Maโmar bin Raosyid. Kunyahnya adalah Abu Urwah. Golongan TabiitTabiin kalangan tua. Tempat menetap di Yaman. Wafat pada tahun 154 H. Derajatnya menurut al-Ajli tsiqoh, Abu Hatim sholihul Abdurrazaq bin Hammam bin Na๎. Kunyahnya adalah Abu Bakar. Golongan TabiitTabiin kalangan biasa. Tempat menetap di Yaman. Wafat pada tahun 211 H. Derajatnya menurut Abu daud tsiqoh, xsedangkan menurut adz-Zahabi seorang Makhlad bin Khalid bin Yazzid. Kunyahnya adalah Abu Muhammad. Golongan Tabiital-Atbaโ kalangan tua. Tempat menetap di ๎abariyah. Derajatnya menurut Abu Daud tsiqoh, Abu Hatim tidak dikenal. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 222. Kualitas HadisAbu Dawud dalam menyampaikan hadis tersebut menggunakan lafadh haddatsana, yang mengandung arti tahammul dengan tingkat akurasi ketersambungan yang tinggi. Dengan merujuk data dari tujuh orang perawi pada jalur pertama, yaitu jalur periwayatan sahabat Abdullah bin Hubsyiyy, yang terlibat dalam jalur sanad di atas, dapat disimpulkan bahwa hadis tentang larangan memotong pohon sidrah di atas seluruh rawinya tersambung dan di sandarkan pada Nabi marfuโ. Adapun dari aspek kualitas rawi yang enam, yaitu apabila dilihat pada jalur periwayatan kedua, periwayatan sahabat Urwah bin Zubair ada rawi yang tidak disebut namanya, yaitu rawi pada urutan ke-6 yang menggunakan redaksi rajul. Sedangkan pada rawi-rawi yang lain pada urutan ke-2, Makhlad bin Khalid bin Yazzid, urutan ke- 3 Abdurrazaq bin Hammam bin Na๎, dan ke- 4 Maโmar bin Raosyid, secara keseluruhan adalah tsiqoh. Dengan demikian hadis tersebut dikatakan marfuโ, muttashil, dan sanadnya hasan melalui sahabat Abdullah bin Hubsyiyy, karena rawi Saโid bin Muhammad bin Jubair bin Muthโim dinilai maqbul, sedangkan yang melalui periwayatan sahabat Urwah bin Zubair sanadnya dinilai dhaif, karena adanya rawi rajul yang dinilai mubham. Kemudian hadis di atas hanya diriwiyatkan oleh Abu Dawud saja dalam bab ke-35 tentang babu al-adab, hadis Pembahasan HadisHadits di atas berisi larangan memotong pohon sidrah, sehingga โBarangsiapa yang memotong pohon sidrah maka Allah SWT menghunjamkan kepalanya tepat ke dalam nerakaโ. Ancaman neraka bagi orang yang memotong pohon sidrah menunjukkan perlunya menjaga kelestarian lingkungan alam. Karena keseimbangan antara makhluk satu dengan lainnya perlu dijaga, sedangkan perbutan memotong pohon sidrah adalah salah satu bentuk perbuatan yang mengancam unsur-unsur alam yang sangat penting untuk keselamatan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Kata dalam hadis di atas menurut sebagian ulama hadis memang dikhususkan pada pohon sidrah pohon bidara yang berada di Makkah dan Madinah. Pohon sidrah yang terkenal dengan sebutan al-sidr, yang biasanya Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis23tumbuh di padang pasir memang dikenal sebagai pohon yang tahan terhadap panas dan tidak memerlukan air1. Pohon tersebut banyak digunakan sebagai tempat berteduh oleh para musa๎r, orang yang mencari lahan peternakan, pengembala, dan juga orang lain mempunyai tujuan Namun jika dilihat dari segi kata mengandung pengertian pohon secara umum bukan dikhususkan pada wilayah Makkah dan Madinah. Hal ini bisa ditelaah bahwa redaksi matan kata menggunakan isim nakirah3 yang berarti mengandung arti semua pohon yang ditanam secara umum, yang tidak terbatas pada pohon bidara yang berada di Makkah dan di Madinah saja. Hadis tersebut, walaupun hanya diriwayatkan oleh Abu Dawud namun hadis tersebut didukung beberapa hadis yang memberikan motivasi kepada umat manusia untuk gemar menjaga kelestarian lingkungan dengan bercocok tanam dan larangan menyianyiakan lahan. Hadis yang menjelaskan tentang anjuran bercocok tanam adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu hadis nomor 2900 dalam bab al-masaqah sebagai berikut๎๎จ๎๎ต๎จ๎ฉ๎ ๎จ๎๎ต๎จ๎ฉ๎๎ง๎๎ช๎ท๎ต๎จ๎๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎๎ง๎ป๎ต๎จ๎๎จ๎ ญ๎๎ฌ๎ด๎จ๎ ญ๎ ๎ช๎ซ๎ช๎ฐ๎จ๎ณ๎ฌ๎ก๎๎๎ฉ๎๎ฌ๎ธ๎จ๎ ญ๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎ ๎ช๎ช๎จ๎ฝ๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎๎ง๎ฌ๎๎จ๎ณ๎ฉ๎ ซ๎๎ฉ๎ด๎ฌ๎ จ๎๎๎ต๎จ๎ถ๎จ๎ ช๎๎๎จ๎๎๎จ๎ฎ๎ช๎ ฑ๎ฉ๎ฝ๎๎ต๎จ๎ฒ๎๎จ๎ ๎จ๎ฝ๎ ๎๎
๎ช๎ฟ๎๎ต๎ฅ๎๎ฌ๎๎จ๎ฃ๎ ๎ฉ๎๎ช๎๎ฌ๎ค๎จ๎ ฌ๎๎ง๎ฃ๎ช๎ฐ๎ฌ๎๎ฉ๎ก๎๎ฌ๎ด๎ช๎ฒ๎๎ต๎จ๎ฒ๎๎จ๎ฑ๎๎ฐ๎จ๎๎จ๎ข๎๎ช๎ท๎ฌ๎พ๎จ๎ฐ๎จ๎ ๎๎ฉ๎๎ฌ๎๎ ๎๎๎จ๎๎๎ช๎๎ฌ๎๎ ๎ฉ๎๎บ๎ฉ๎๎จ๎๎๎ต๎จ๎ฒ๎จ๎ข๎๎ฆ๎น๎จ๎ฉ๎จ๎๎จ๎๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎จ๎บ๎ฉ๎น๎จ๎ ฏ๎๎ฉ๎ท๎ฌ๎ถ๎ช๎ฒ๎๎ฉ๎๎ฉ๎ธ๎๎๎ก๎๎ ๎จ๎ฎ๎จ๎ ฑ๎จ๎ฝ๎๎ต๎จ๎ฒ๎จ๎ข๎๎ฆ๎น๎จ๎ฉ๎จ๎๎จ๎๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎ฉ๎ท๎ฌ๎ถ๎ช๎ฒ๎ ๎จ๎๎ช๎ฉ๎ฆ๎๎ต๎จ๎ฒ๎จ๎ข๎๎ฅ๎น๎จ๎ฉ๎จ๎๎จ๎๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎ฉ๎ท๎ฌ๎ถ๎ช๎ฒ๎ฆ๎น๎จ๎ฉ๎จ๎๎จ๎๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎จ๎ ๎จ๎ฝ๎ ๎๎
๎ช๎ฟ๎๎ฆ๎๎จ๎๎จ๎ฝ๎๎ฉ๎ก๎ฉ๎พ๎จ๎๎ฌ๎๎จ๎ฝ๎ ๎จ๎
๎จ๎ข๎๎ฆ๎น๎จ๎ฉ๎จ๎๎จ๎๎๎ฉ๎จ๎ ๎๎จ๎บ๎ฉ๎น๎จ๎ ฏ๎๎ฉ๎ฌ๎๎๎๎ฏ๎๎ ๎ฌ๎บ๎จ๎ฐ๎จ๎ ฑ๎จ๎ฝTelah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami ayahu telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Athoโ dari Jabir dia berkata Rasulullah saw bersabda โtidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai 1 Suryadi, Pemahaman Kontekstual Hadis-Hadis Lingkungan Hidup, Yogyakarta Teras, 2008, Abu Daud, Al-Imam Al-Ha๎zh Abu Sulaiman Al-Asyโats Al-Sijistani. Sunan Abu Dฤwud. Juz 1 tahqiq Muhammad Abdul Aziz Kitab al-Adab Bab Qithโ al-sidr, Beirut Dar al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1996.3 Seperti yang dikatakan Syaikh Ibn Malik dalam kitab Al๎yah Ibnu Malik dijelaskan , isim nakiroh menunjukkan suatu perkara yang tidak ditentukan An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 24sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang yang dimakan oleh burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkan ia menjadi sedekah HR. Muslim, nomor 2900 bab al- MasaqahHadis di atas marfuโ, muttashil dan sanadnya shahih,4 melalui sahabat Jabir. Hadis tersebut juga diriwayatkan Muslim bab al-masaqah, nomor 2901, 2902, 2903, diriwayatkan Ahmad dalam bab Baqi Musnad al-Muktasirin nomor 13753, 14668; dan dalam al-Darimi bab al-Buyuโ nomor hadis yang melarang menterlantarkan lahan adalah sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dalam hadis nomor 2172 bab al-muzaraโah.๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎ท๎ต๎๎๎ด๎ ๎๎ป๎ต๎๎ ๎๎ด๎ ๎๎๎๎๎ข๎๎๎๎ต๎ต๎๎๎ฝ๎๎ฝ๎บ๎ก๎๎ด๎ท๎๎ฌ๎๎๎พ๎ธ๎ ๎๎ต๎ถ๎พ๎๎๎๎ท๎พ๎ฐ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎ฑ๎ ๎๎๎๎ต๎ช๎ฆ๎๎ฅ๎๎ ๎๎ข๎๎๎ก
๎๎ก๎๎ข๎๎ฝ๎ฐ๎ ๎ต๎ท๎๎ต๎น๎ต๎บ๎ ๎๎๎ฝ๎๎บ๎ต๎ฝ๎๎๎ต๎ฉ๎๎ท๎ถ๎ ๎๎ท๎๎๎ฝ๎๎ซ๎๎ณ๎พ๎ฐ๎ฆ๎๎ฎ๎ก๎ง๎ฝ๎๎ฑ๎ก๎๎ ๎ต๎ฆ๎๎ต๎น๎
๎ถ๎ณ๎ ๎ข๎ฝ๎๎ต๎น๎ ๎๎ค๎ฐ๎ฆ๎๎๎๎ฝ๎๎ ๎๎บ๎ต๎ฝ๎๎ด๎ฒ๎๎ฑ๎ฐ๎๎ข๎๎ช๎ฝ๎๎ด๎ ๎๎น๎ณ๎ฐ๎๎๎ช๎ฝ๎๎ด๎ ๎๎ต๎๎๎ด๎ ๎๎น๎ก๎ข๎ต๎ก๎ฒ๎๎ต๎ถ๎พ๎๎๎๎น๎ก
๎บ๎ป๎๎บ๎ท๎ฝ๎๎๎ฆ๎ต๎ต๎๎ด๎ท๎๎๎พ๎ก
๎๎ก๎๎๎๎ต๎ฉ๎ข๎๎ ๎๎บ๎ต๎ฝ๎๎ด๎ฒ๎๎ฑ๎ฐ๎๎ข๎๎ท๎พ๎ฐ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎บ๎๎๎๎๎ต๎ฉ๎๎๎ต๎ฉ๎๎ท๎ถ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ก๎๎ธ๎ท๎๎๎ฝ๎๎ซ๎๎ณ๎พ๎ฐ๎ฆ๎๎ช๎ฝ๎๎ ๎ต๎ฆ๎๎ก๎ต๎๎ฝ๎๎ต๎น๎
๎ถ๎ณ๎ ๎๎ข๎ฝ๎๎ต๎น๎ ๎๎ค๎ฐ๎ฆ๎๎๎๎ฝTelah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa, telah mengkhabarkan kepada kami al-AuzaโI, dari Athah dari Jabir berkata Dahulu ada beberapa orang yang memiliki beberapa tanah lebih, lalu mereka berkata, lebih baik kami sewakan dengan hasil sepertiga, sperempat, atau separuh. Tiba-tiba Nabi saw bersabda โSiapa yang memiliki tanah, maka hendaknya ditanami atau diberikan kepada kawannya. Jika tidak diberikan, tahan saja HR. al-Bukhari, bab al-Muzaraโah, nomor 2172Hadis di atas menunjukkan adanya penghargaan terhadap tanah yang merupakan karunia Allah. Seseorang yang dikaruniai Allah memiliki tanah yang luas namun tidak sanggup mengurusi atau tidak sanggup memanfaatkan 4 Suryadi, Pemahaman Kontekstualโฆ, Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis25tanamannya dengan menenami tanaman yang bermanfaat, ia diwajibkan menyerahkan tanahnya baik dengan cara menghibahkan maupun dengan cara menyewakannya kepada orang lain yang memiliki waktu lebih luang mengurusi dan menggarap tanah tersebut. Memelihara tanah dengan baik dan kemanfaatan merupakan wujud mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, dan sebaliknya mentelantarkan tamah dengan tidah mengisi kemanfaatan akan menyebabkan kekufuran dengan alas an menyianyiakan karunia Allah.๎๎๎พ๎ธ๎ ๎๎ด๎ ๎๎๎ต๎น๎๎๎ด๎ท๎๎๎ด๎ ๎๎๎ ธ๎บ๎ฝ๎๎ด๎ ๎๎ฝ๎ ๎๎๎ต๎ถ๎พ๎๎๎๎๎๎ ฒ๎ท๎๎ด๎ท๎๎ต๎๎๎ต๎ถ๎พ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ต๎ฉ๎๎น๎ฒ๎ต๎ฟ๎๎๎ด๎ท๎๎ถ๎ก๎๎ก๎๎๎ ๎ฝ๎๎ต๎ณ๎น๎ถ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎ต๎ธ๎ ๎๎ด๎ท๎๎๎ด๎ ๎๎น๎ธ๎ผ๎ ๎๎ด๎ท๎๎ฌ๎๎๎ต๎ถ๎ค๎ฐ๎ท๎๎๎ต๎ฉ๎ข๎๎ต๎๎๎ ๎บ๎๎๎ก๎ข๎๎ฌ๎๎
๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ต๎ฉ๎๎ฑ๎ฐ๎๎ข๎๎ท๎พ๎ฐ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎บ๎๎๎๎๎ก
๎๎ก๎๎ข๎๎๎ช๎ก๎๎๎๎๎๎๎ณ๎ ๎๎ ๎ฝ๎ข๎๎๎พ๎ช๎ ๎๎๎๎๎๎ฑ๎ฐ๎๎๎ข๎๎ท๎พ๎ฐ๎ ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎ฑ๎ ๎๎๎ ๎ฝTelah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair, telah menceritakan kepada kami al-Laits, dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Ubaidillah bin Utbah dari Ibnu Abbas ra. Bahwa al-Shaโab bin Jatsamah berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda semua hima lahan konservasi adalah milik Allah dan Rasuln-Nya. Jatsamah menambahkan keterangan lagi bahwa Nabi saw membuat lahan konservasi di al-Naqiโ dan โumar di kawasan al-Saraf dan al-Rabadzah. HR. Al-Bukhari nomor 2197.Kemudian apabila dikon๎rmasikan dengan ayat Al-Quran, hadis tersebut memiliki kesamaan dengan maksud al-Quran. Yaitu adanya seruan untuk melestarikan alam dan lingkungan. Antara lain ๎rman Allah dalam surat ar-Ruum ayat 41๎๎๎บ๎ฐ๎ณ๎ ๎๎ค๎ ๎ต๎๎ก๎ท๎๎ฑ๎น๎ช๎ฝ๎๎ ๎๎๎ต๎ ๎๎๎ค๎๎ฝ๎ฝ๎๎บ๎ธ๎๎ฌ๎๎ต๎ณ๎ท๎๎๎
๎ ๎๎ข๎๎๎ก๎๎๎๎๎๎ต๎๎ง๎ฏ๎๎๎๎น๎๎ ๎บ๎ก๎๎๎ฝ๎๎ฑ๎น๎ฐ๎ก๎ฏโTelah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benarโ Departemen Agama RI, Al Quran Dan Terjemahnya, Edisi Baru Revisi Terjemah 1989, Semarang Toha Putra, 1989, hlm. 647. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 26Firman Allah dalam surat as-Syuura ayat 30 ๎๎๎ฟ๎ฌ๎๎ด๎ ๎๎๎บ๎ง๎ก๎ก๎ข๎๎ฑ๎ ฒ๎ฝ๎๎ฝ๎ฝ๎๎บ๎ธ๎๎ฌ๎๎ต๎ณ๎ธ๎ฆ๎๎น๎ธ๎พ๎๎ก๎๎ด๎ฒ๎๎ฑ๎ ฒ๎ท๎ต๎๎ฝ๎๎ต๎ฒ๎ขโDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendlri, dan Allah memaafkan sebagian besar darl kesalahan-kesalahanmuโ.6Lebih lanjut ๎rman Allah pada surat aI-Baqarah ayat 195 ๎๎ถ๎๎๎ฌ๎๎๎ ๎๎๎๎บ๎ถ๎๎๎ฝ๎ข๎๎น๎ญ๎ฐ๎น๎ ๎๎๎๎๎๎ฑ๎ ฒ๎ฝ๎๎ฝ๎ฏ๎ท๎๎๎บ๎ช๎ฐ๎ป๎๎
๎ข๎๎ฌ๎๎๎ฎ๎พ๎ ผ๎๎๎๎๎๎บ๎ช๎ง๎ต๎ฝ๎ข๎๎ป๎ ฟ๎๎
๎ณ๎ฏ๎โDan belanjakanlah harta bendamu dijalan Allah, danjanganlah kamu menjatuhkan dirimu sendlri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuatbaikโ.7 Al- Baqarah Ayat 60๎๎ต๎จ๎ผ๎จ๎ ฟ๎ฌ๎พ๎๎๎ฉ๎ท๎ฌ๎ถ๎ช๎ฒ๎ ๎ฌ๎๎จ๎๎จ๎๎จ๎ง๎ต๎ต๎จ๎ฆ๎๎จ๎๎จ๎๎จ๎ฌ๎ก๎๎๎จ๎๎ต ๎จ๎๎จ๎ก๎ซ๎ช๎ท๎๎๎ช๎ฌ๎ฐ๎๎๎ต๎จ๎ถ๎ฌ๎ฐ๎ฉ๎ช๎จ๎ ฏ๎๎ช๎ท๎ช๎ฒ๎ฌ๎บ๎จ๎ช๎ช๎ฏ๎ ๎จ๎ฝ๎บ๎ฉ๎ก๎ ๎จ๎๎ฌ๎๎จ๎ ฝ๎ฌ๎๎๎๎ช๎๎ฃฏ๎๎ฌ๎๎ฌ๎บ๎จ๎ฟ๎ฌ๎ก๎จ๎ ฉ๎๎จ๎
๎จ๎ข๎๎ช๎ซ๎จ๎ฌ๎๎๎ช๎๎ฌ๎๎ซ๎ช๎๎๎ด๎ช๎ฒ๎๎ฌ๎๎บ๎ฉ๎ก
๎จ๎ฌ๎จ๎๎จ๎ข๎๎ฌ๎๎บ๎ฉ๎ฉ๎ฟ๎๎ฌ๎ฑ๎ฉ๎น๎จ๎ก
๎จ๎ฌ๎ฌ๎ซ๎จ๎ฒ๎ ๎ง๎๎ต๎จ๎ต๎ฉ๎ก๎ ๎ซ๎ฉ ๎ฉ๎ ๎๎จ๎ฑ๎ช๎ฐ๎จ๎ ๎๎ฌ๎๎จ๎ฉ๎๎ฅ๎ต๎ถ๎ฌ๎พ๎จ๎ ญ๎๎จ๎๎จ๎ฌ๎ฌ๎จ๎ ๎จ๎ด๎ฝ๎ช๎๎ช๎๎ฌ๎ง๎ฉ๎ฒ๎ ๎ช๎๎ฌ๎๎จ๎๎๎ ๎ช๎Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami ber๎rman โPukullah batu itu dengan tongkatmuโ. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah rezki yang diberikan Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat di atas dengan tegas menyatakan bahwa Allah telah memberikan kepada umat manusia segala apa yang ada dilangit dan di bumi. Dalam ayat ini terkandung maksud bahwa Allah telah memberikan segala bentuk kenikmatan 6 Ibid, hlm. Ibid, hlm. 47. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis27yang dapat diperoleh seluruh manusia, hanya saja manusia harus bertanggung jawab terhadap semua nikmat yang telah diberikan Allah. Tanggung jawab itu merupakan bentuk syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah. Barang siapa yang mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada hamba tersebut, dan sebaliknya, barang siapa yang mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah, yaitu tidak bertanggung terhadap nikmat yang telah diberikan maka mereka termasuk golongan orang-orang yang merugi dan akan mendapat Membangun Kesadaran Pendidikan dalam Melestarikan Lingkungan HidupDi dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan, diperlukan adanya suatu kesadaran atau kepedulian akan pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan terutama sekali hubungannya dengan kehidupan manusiaa yang bersifat sentral. Artinya manusia memegang peranan yang sangat urgen dalam mengelola lingkungan bahkan juga yang mendatangkan adanya kerusakan kesadaran lingkungan secara mendasar merupakan suatu ciri dan perbedaan antara manusia dari makhluk lain sesama makhluk hidup. Oleh karena itu manusialah yang sangat dominan dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan, dan hal ini tergantung pada kepedulian dan kesadaran manusia dalam memahami sebagai bagian dari masalah kejiwaan erat kaitannya dengan aspek-aspek kejiwaan, oleh karena itu โkesadaran mempunyai dua komponen pokok, yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa, yang masing-masing mempunyai peranan penting dalam orientasi manusia dalam Fungsi jiwa merupakan akti๎tas kejiwaan yang tiada berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. Fungsi jiwa meliputi ๎kiran, perasaan, penginderaan dan intusi. Sedangkan sikap jiwa adalah arah dari energi psikis umum yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap jiwa melahirkan adanya sikap jiwa dan mere๎eksikan adanya perbuatan manusia dalam menanggapi sesuatu. Dengan demikian, kesadaran 8 Sumardi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Jakarta Rajawali, 1983, hlm. 189. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 28menimbulkan perbuatan manusia, atau dengan kata lain perbuatan merupakan indikasi kesadaran. Jadi dapat dikatakan bahwa โkesadaran merupakan tanggapan seseorang terhadap sesuatu di luar diri dan dunia atau kesadaran dan kepedulian lingkungan secara esensial dapat difahami sebagai suatu prasyarat untuk mengembangkan lingkungan hidup sesuai dengan keberadaaan lingkungan itu. Pengembangan lingkungan tanpa adanya kesadaran lingkungan tidak akan mencapai sasarannya, sebab pengambangan lingkungan itu lebih tepat jika dilaksanakan berdasarkan pemahaman tentang lingkungan secara konkrit. Artinya pengelola harus mengetahui eksistensi lingkungan hidup itu yang sebenarnya. Oleh karena itu kesadaran lingkungan itu dapat juga dimaknai sebagai kemampuan atas dasar keilmuan yang diperoleh melalui proses pendidikan sesuai dengan kajian biologi dan ekologi, serta adanya pengaruh pendidikan secara umum meliputi agama dan ilmu Secara mendasar manusia telah memiliki potensi atau pengetahuan tentang lingkungan sebagai modal awal manusia mengenal lingkunganya. Allah swt, telah menciptakan alam dan isinya dengan tujuan agar manusia memahami dan mengolahnya. Lebih jauh Allah telah mengajarkan dan memperkenalkan alam sekitarnya kepada Adam Dengan jalan itu manusia pada akhirnya memiliki kemampuan akan Atas dasar ajaran itu berarti manusia secara kodrati ๎trahnya adalah berpengetahuan dan telah mengenal dari konsep dasar di atas dapat dipersepsikan bahwa manusia telah memiliki dasar-dasar tentang kesadaran lingkungan bagi diri manusia yang dengan sendirinya akan muncul. Hanya persoalannya manusia memiliki dua hal yang bertolak belakang antara mengenal dan tidak mengenal lingkungannya. Sedangkan nafsu condong selalu bertentangan dengan lingkungannya. Oleh karena itu diperlukan faktor-faktor dari luar yang ikut mempengaruhi berkembangnya kesadaran lingkungan sehingga pada akhirnya 9 Ludy T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, 1987, hlm. 128. 10 Ibid, hlm. 31. 11 al-Baqaroh 31-33. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis29kesadaran mengenal lingkungan lebih memiliki daya dukung dari pada tidak mengenal lingkungan. Dengan demikian kesadaran lingkungan terus tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu teknik menumbuhkan kesadaran perlu diupayakan. Di dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Kesadaran lingkungan merupakan syarat mutlak bagi pengembangan lingkungan secara efektif. Artinya tanpa adanya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup bagi manusia tentu pengembangan lingkungan ke arah yang bermanfaat tidak akan tercapai. Di dalam pasal Undang-undang Lingkungan Hidup Pasal 9 berbunyi โPemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawabnya dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan dan penelitian tentang lingkungan di atas memberikan indikasi bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh bangsa guna mensukseskan pembangunan yang berwawasan lingkungan dalam arti pembangunan itu searah dengan eksistensi lingkungan hidup. Sarana yang digunakan melalui penyuluhan, bimbingan pendidikan dan penelitian yang dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga yang kompeten di bidangnya. Dalam hal ini dapat difokuskan pada seluruh kekuatan baik dinas, instansi terkait yang ditangani oleh pemerintah maupun melibatkan secara langsung masyarakat dalam menata dirinya sebagai faktor-faktor yang dominan dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan. Lebih jauh faktor-faktor yang kuat dalam mempengaruhi perkembangan kesadaran lingkungan dapat diklasi๎kasikan sebagai berikut13a. Faktor EksternalFaktor eksternal dapat diartikan sebagai kekuatan yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor dari luar itu berbentuk kegiatan 12 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab III, Pasal 913 M. Bahri Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam dalam Masyarakat Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Guluk-Guluk Sumenep Madura, Disertasi , Yogyakarta Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, 1995, hlm. 33-35. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 30bimbingan, penyuluhan, pendidikan dan penelitan tentang lingkungan hidup, atau gerakan pengelolaan lingkungan hidup yang dipelopori oleh lembaga Faktor InternalBatasan tentang faktor internal dapat difahami dalam dua pengertian yakni sebagai faktor yang muncul dari diri sendiri manusia secara individu. Dis isi lain dapat juga sebagai sesuatu kekuatan yang timbul dan berkembang dari masyarakat itu sendiri. Artinya adanya inspirasi untuk memahami diri sendiri dan atas dasar itu timbul suatu gagasan yang pada akhirnya terbentuk suatu upaya pemecahan masalahnya sendiri, dalam hal ini masyarakat sebagai kelompok sosial manusia secara kolektif. Jadi ide sebagai kekuatan itu merupakan faktor internal yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Lebih jauh faktor internal yang berasal dari diri manusia atau masyarakat pada hakekatnya merupakan kekuatan atau daya yang bersifat non-formal dan informal yang tercipta tanpa adanya hal-hal yang berbentuk formal, terencana, terprogram dan terorganisasi. Kekuatan non-formal dan informal dapat saja berbentuk lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan yang secara langsung ikut terlibat dalam pembentukan bimbingan, penyuluhan, penelitian dan pendidikan tentang lingkungan hidup. Menurut Koesnadi Hardjasoemantri wujudnya adalah1. Memperansertakan lembaga formal, non formal dan informal dalam memberikan pengertian tentang lingkungan Melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang terdiri dari pemimpin agama, wanita, pemuda, wartawan dan organisasi masyarakat lainnya yang bergerak di bidang menumbuhkan kesadaran lingkungan hidup Bahri Ghazali mengungkapkan bahwa sarana yang bisa digunakan adalah mulai dari 14 Koesnadi Harjasoemantri, โPokok-pokok Masalah Lingkunganโ, dalam Siti Zawimah dan Nasruddin Harahap, Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Di Mana Visi Islam ? Yogyakarta P3M, IAIN Sunan Kalijaga, 1990, hlm. 8. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis31pendidikan keluarga, masyarakat dan sekolah formal dan Maizer juga mengungkapkan โapabila kita akan membangun kembali lingkungan hidup sudah seharusnyalah apabila mengkaitkan masalah-masalah lingkungan dengan sistem pendidikan secara lebih mendasar, karena pendidikan merupakan dasar pembentukan sikap pandang manusiaโ16Yusuf al-Qaradhawi seorang ulama besar menjelaskan bahwa pada intinya persoalan lingkungan hidup adalah persoalan moral, keadilan, kebaikan, kasih-sayang, keramahan, dan sikap tidak Oleh karena itu Yusuf al-Qaradhawi mengungkapkan bahwa strategi dalam memelihara lingkungan hidup melalui penanaman kesadaran etis terhadap lingkungan salah satunya melalui jalur pendidikan dan pengajaran. Menurutnya strategi dalam memelihara lingkungan itu diarahkan kepada para generasi muda dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga Pendidikan lingkungan hidup diperlukan pada jaman sekarang, khususnya ditujukan bagi generasi muda yang dilahirkan dalam lingkungan hidup yang terancam, dimana kerusakan alam sudah merupakan fenomena sehari-hari, suatu realita yang jamak, yang bisa kita temukan KesimpulanPemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebih pada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa pemeliharaan lingkungan termasuk dalam tujuan pemberlakuan syariah agama maqashid al-syariah sebagaimana konsepsi Imam Al Syatibi berkaitan tujuan pemberlakuan syariat Islam, yaitu hifdzhun al- nafs, hifdhu al-aql, hifdzu al-mal, hifzu al-nasl, dan hifdzu a-ldin. Pemahaman yang bisa dicapai adalah pemeliharaan lingkungan merupakan penjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, 15 M. Bahri Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam..., hlm. Maizer SN, โPeranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelanโ, Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama , Nomor 7, ๎. III Mei โ Agustus, 1994, hlm. Yusuf Al-Qardhawi, riโayatul al-baiatu ๎ syariโati al-Islami, Terj. Abdullah Hakam Syah, Islam Agama Ramah Lingkungan, Jakarta Pustaka Al-Kautsar, 2002, hlm. 412. 18 Ibid, hlm. 369. An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 32apabila ada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telah melanggar syariat mengenai pemeliharaan lingkungan hidup dengan teks larangan memotong pohon sidrah harus dipahami secara kontekstual. Artinya hadis tersebut harus dimaknai larangan memotong pohon-pohon illegal logging secara brutal. Kemudian hadis tersebut juga harus diberlakukan secara umum mengingat konteks kebutuhan akan pelestarian lingkungan yang berada di seluruh alam, bukan hanya di tanah haram Makkah dan Madinah saja. Dari perspektif historis asbabul wurud, hadis tersebut tidak menunjukkan adanya sebab khusus larangan Nabi. Bahkan menurut ahli bahasa nahwu penyebutan kata sidrah dikatakan berlaku umum tersebut memang penggunaan kata tersebut berupa kata nakirah umum bukan maโrifat khusus.Derajat hadis tersebut menurut ulama ahli hadis adalah marfuโ, muttashil dan sanadnya shahih sehingga sehingga bisa digunakan sebagai hujjah dalam penetapan hukum dala Islam. Kemudian hadis tersebut hanya terdapat dalam riwayat imam Bukhari dan tidak ditemukan di kitab-kitab hadis lain. Namun terdapat hadis-hadis lain yang menyuruh umat manusia untuk memelihara dan larangan menyia-nyiakan lahan. Kemudian apabila dikomparasikan dengan dalil al-Quran maupun keterangan, banyak ditemukan dalil al-Quran yang menjelaskan tentang larangan merusak lingkungan seperti yang dijelaskan pada surat ar- surat Ruum ayat 41, surat as-Syuura ayat 30, aI-Baqarah ayat 69 dan ayat membangun kesadaran lingkunngan seharusnya dilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilai ajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upaya membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harus dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individu untuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalam menyikapi fenomena lingkungan hidup. Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis33DAFTAR PUSTAKAAbu Daud, Al-Imam Al-Ha๎zh Abu Sulaiman Al-Asyโats Al-Sijistani. Sunan Abu Dฤwud. Juz 1 tahqiq Muhammad Abdul Aziz Al-Khalidi. Dar al-Kutub Al-Ilmiyyah.. Beirut. Kitab al-Adab Bab Qithโ Ya๎e, Menggagas Fiqh Sosial dari Soal Lingkungan Hidup, Asuransi Hingga Ukhuwah, Bandung Mizan, Muhtarom, Pembinaan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibdaโ LK2AI dan STAIN Purwokerto, Ghazali, Lingkungan Hidup dalam Pemahaman Islam dalam Masyarakat Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Guluk-Guluk Sumenep Madura, Disertasi , Yogyakarta Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indoensia, Jakarta Balai Pustaka, Agama RI, Al Quran Dan Terjemahnya, Edisi Baru Revisi Terjemah, Semarang Toha Putra, www. M. Husein, Lingkungan Hidup Masalah, Pengelolaan dan Penegakan Hukumnyahttp//muhammadiyahgoesgreen. Harjasoemantri, โPokok-pokok Masalah Lingkunganโ, dalam Siti Zawimah dan Nasruddin Harahap, Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup Di Mana Visi Islam ?, Yogyakarta P3M, IAIN Sunan Kalijaga, T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, SN, โPeranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan An-Nidzam Volume 03, No. 01, Januari-Juni 2016 34Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelanโ, Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama , Nomor 7, ๎. III Mei โ Agustus, Abduh, Waryono, Spiritualitas Lingkungan Hiup dan Ekonomi Industri, Yogyakarta CRSD. NHT. Siahaan, Ekologi Pembangunan dan Hukum Tata Lingkungan, Jakarta Erlangga, H. Strahm, Warum Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang, Jakarta Pustaka Cidesindo, 1999. Sumardi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Jakart Rajawali, Pemahaman Kontekstual Hadis-Hadis Lingkungan Hidup, Yogyakarta Teras, Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab III, Pasal 9Yusuf Al-Qardhawi, riโayatul al-baiatu ๎ syariโati al-Islami, Terj. Abdullah Hakam Syah, Islam Agama Ramah Lingkungan, Jakarta Pustaka Al-Kautsar, ... Saya jelaskan bahwa istilah pendidikan sudah mengandung unsur pengetahuan 'ilm, pengajaran ta' lฤซm dan pengembangan yang baik tarbiyah. Muhtarom, 2016. Kedua, kata tadeeb, secara konseptual sudah mengandung unsur ilmu yang benar, pendidikan, dan pendidikan. ...Tamjidnoor TamjidnoorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hadis dalam konteks pendidikan Islam sangat penting untuk dikaji dan dianalisis sebagai pemahaman konsep pendidikan. Tulisan ini mencoba melihat pendidikan Islam melalui perspektif hadits, dimana hadits menjadi sumber kedua setelah Al-Qur'an yang merupakan sumber utama dan terpenting Islam. Pengertian hadits pendidikan menjelaskan tentang kandungan hadits-hadits yang berkaitan dengan pendidikan Islam merupakan hal yang sangat urgen untuk diketahui dan dijadikan acuan dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan Islam. Banyak hal atau topik hadits yang berbicara tentang pendidikan Islam; tujuan pendidikan Islam; pendidik; peserta didik; dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pendidikan baik metode pendidikan maupun materi Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_ mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibda' LK2AI dan STAIN PurwokertoAli MuhtaromAli Muhtarom, Pembinaan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren Al_ mansur Darunnajah 3 Banten, dalam Jurnal Ibda' LK2AI dan STAIN Purwokerto, LudyBenyaminJ Roy JrHophinsLudy T. Benyamin, Jr, J. Roy Hophins, dan Jack R Nation, Psychology, New York Mac Millan Publishing, Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren PabelanS N MaizerMaizer SN, "Peranan Pesantren dalam Melestarikan Fungsi Lingkungan dan Peningkatan Kepedulian Masyarakat Studi Kasus di Pondok Pesantren Pabelan", Jurnal Penelitian Agama Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Agama, Nomor 7, Th. III Mei -Agustus, Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara BerkembangRudolf H StrahmRudolf H. Strahm, Warum Sie So Arm Sind, Terj. Budy Bagindo,dkk, Kemiskinan Dunia Ketiga Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang, Jakarta Pustaka Cidesindo, 1999.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hadis dalam konteks pendidikan Islam sangat penting untuk dikaji dan dianalisis sebagai pemahaman konsep pendidikan. Tulisan ini mencoba melihat pendidikan Islam melalui perspektif hadits, dimana hadits menjadi sumber kedua setelah Al-Qur'an yang merupakan sumber utama dan terpenting Islam. Pengertian hadits pendidikan menjelaskan tentang kandungan hadits-hadits yang berkaitan dengan pendidikan Islam merupakan hal yang sangat urgen untuk diketahui dan dijadikan acuan dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan Islam. Banyak hal atau topik hadits yang berbicara tentang pendidikan Islam; tujuan pendidikan Islam; pendidik; peserta didik; dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pendidikan baik metode pendidikan maupun materi pendidikan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 4 Nomor 6 Desember 2022 Halaman 7397 - 7402 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis Tamjidnoor UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia e-mail tamjidnor Abstrak Kajian ini bermaksud untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dari perspektif hadits. Penelitian ini menggunhendak metode kualitatif deskriptif. Hadits dalam konteks pendidikan Islam sangat penting dalam memahami dan menganalisis konsep pendidikan. Tulisan ini mencoba untuk memikirkan pendidikan Islam dari perspektif hadits. Hadits ialah sumber informasi kedua setelah Al-Quran, sumber Islam yang paling utama dan penting. Hasil penelitian tentang pentingnya hadis pendidikan menggambarkan kandungan hadis terkait pendidikan Islam yang sangat urgen diketahui dan informatif dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. Banyak hal dan topik hadits tentang pendidikan Islam. Maksud pendidikan Islam; pendidik; peserta didik; hal-hal yang menyangkut proses pendidikan, baik metode ataupun bahan pengajaran. Kesimpulan kebenaran dalam hadits juga sesuai oleh kebenaran yang diterima oleh pikiran dan jejak sejarah yang ditemukan dalam berbagai literatur. Kata Kunci Konsep, Pendidikan Islam, Perspektif Hadis. Abstract This study aims to define the concept of Islamic education in terms of hadith. This study used a descriptive qualitative method. Hadiths in the context of Islamic education are very important to study and analyze in order to understand the concept of education. This article considers Islamic education from the perspective of hadith, his second most important source of information on Islam after the Qurโan. The results of research on the understanding of educational hadiths interpret the content of hadiths related to Islamic education that are much needed for understanding and reference in the educational community, especially in Islamic education. Many issues or hadith topics related to Islamic education. The purpose of Islamic education; educators; learners; matters concerning the educational process, including teaching methods and materials. The truth conclusions in the hadiths are also consistent with the truths accepted through common sense and historical evidence found in various sources. Keywords Concept, Islamic Education, Hadith Perspective. Histori Artikel Copyright c 2022 Tamjidnoor ๏ช Corresponding author Email tamjidnor ISSN 2656-8063 Media Cetak DOI ISSN 2656-8071 Media Online 7398 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis - Tamjidnoor DOI Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 PENDAHULUAN Berbicara ilmu dari sudut pandang Islam berbeda oleh hukum Islam dan peraturan perundang-undangan buatan manusia lainnya. Sebagaimana Allah nyatakan dalam berbagai ayat Al-Qur'an, Islam sangat menjunjung tinggi, menghormati, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat ilmu dan manusia yang berilmu. Salah satunya mengatakan dalam ayat 11 Al-Qur'an "Sesungguhnya Allah hendak meninggikan derajat manusia yang beriman dan menimba ilmu di antara kamu." Barniโ, 2008. Lewat ayat ini dapat dikatakan bahwa konsep ilmu dalam ajaran Islam bukan semata-mata didasarkan pada banyaknya ilmu yang dipelajari. Namun ilmu yang sejati ialah ilmu yang pada umumnya dianggap bermanfaat oleh manusia. Oleh karena itu, Islam sangat mementingkan aspek ini, karena berkaitan langsung oleh kepentingan dan kenaikan pola hidup manusia, pembentukan peradaban, dll. Al-Qur'an menganjurkan umat Islam untuk mencari, memperoleh dan mempelajari ilmu dan hikmah, serta menempatkan manusia yang berilmu pada kedudukan yang sangat tinggi. Menuntut ilmu ialah suatu keharusan, karena Islam sangat mementingkan ilmu. Islam juga mengajari bahwa dalam penerapan ilmu berlaku prinsip-prinsip ruang dan waktu yang tak berhingga dan tak berdimensi. Artinya, Anda dapat belajar kapan pun, di mana saja Fasih, 2016. Seperti ulama lain yang telah menempatkan ilmunya di tempat yang sangat istimewa, termasuk syekh Hadits, Imam Buhari Rohimahura, dibuktikan oleh menulis kitab dalam kitab sucinya yang diberi nama Kitabur Illumi setelah Kitabur meyakini. Pentingnya status ilmu seperti yang didefinisikan oleh Mu'awiyah disebutkan dalam hadits. Dia berkata Aku telah mendengar suara Rasulullah. Dikatakan "Allah menghendaki manusia yang baik untuknya, dan Allah hendak memahami agamanya."Jasman, Haditsialah dasar pendidikan Islam pendapat Al-Qur'an yang melihat Nabi SAW. Sebagai contoh bagi umatnya, โNabi SAW tentu ialah teladan yang baikโ QS. Al-Ahzab [33]21. Di awal perjalanannya menyebarkan Islam, Nabi SAW mengajari dan mengamalkan sikap dan perilaku yang baik kepada para istri dan para sahabatnya. Setelah itu, teman-teman juga berlatih dan mengajar yang lain Baskoro, Bagaimanapun, usia Nabi berhasil mencetak generasi yang bermoral, sikap religius spiritual, budi pekerti akhlak, kecerdasan, dan untuk menunjukkan kepada generasi penerus bagaimana membangun dan memperkuat. Nabi SAW mendobrak paham pagan hingga menyadari bahwa dirinya memiliki kewajiban untuk menyembah Allah sebagai Pencipta, Penguasa dan Pelindung umat manusia. Penyucian Jiwa dan Pengakuan Tauhid oleh Nabi SAW. bdk. Ali Imran [03] 164 Mengajar dan mendidik oleh memikirkan kondisi dan kondisi masyarakat pada saat itu. Kedudukannya sebagai pendidik bukan hanya terfokus pada ranah kreativitas, tetapi juga pada aspek rasa dan karsa. Shamad, 2014. Bukan hanya itu, Nabi SAW menunjukkan kesempurnaannya sebagai seorang pendidik dan guru karena mencakup semua aspek pendidikan seperti yang telah ditentukan oleh para ahli pendidikan terlatih teman-temannya, emosional Rasulullah Saw tegas menanamkan nilai-nilai dan keyakinan pada teman-temannya. Namun, tugas ini harus diserahkan kepada para profesional yang dapat menjadi pendidik profesional. Nabi SAW menyinggung hal ini dalam kutipannya yang terkenal. Berdasarkan hadits tersebut, para ahli sepakat bahwa seorang guru yang profesional ditandai oleh penguasaan bidang ilmu yang akan diajarkan, pengetahuan tentang cara mengajar yang efektif dan efektif, serta akhlak akhlak alkarima yang meningkat. Farida, 2018. Guru profesional, sebaliknya, bukan pernah berhenti belajar, membaca, dan meneliti, sehingga ilmu yang diberikan selalu up to date. Dalam pengertian ini, dia harus belajar, belajar dan meneliti sepanjang hidupnya. Lidinillah, Hal ini sejalan oleh hadits Nabi SAW, โCarilah ilmu dari buaian sampai liang lahat.โ Guru yang berhenti belajar bukan hanya ingin ditinggalkan oleh siswanya, tetapi juga ingin disalahpahami dan dibingungkan. Karena teori dan konsep yang diajarkan kepada siswa mungkin sudah bukan relevan lagi Fitriana, 2020. 7399 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis - Tamjidnoor DOI Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 Hadits ialah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an, dan hampir semua umat Islam sepakat bahwa Hadits ialah salah satu hukum yang harus mereka patuhi. Untuk itu hadis mengambil pendekatan fungsionalis dalam menggali konsep pendidikan Fauzi, Di salah satu sudut dunia pendidikan Islam, pendidikanialah bagian yang sangat penting dalam membimbing kehidupan manusia. Karena lewat pendidikan manusia datang ketenaran dan kemuliaan di bumi. Dari sudut pandang Malik Fahal, subjek pendidikan bukan pernah sepenuhnya dibahas, karena mempengaruhi orang dan memberi mereka pengertian dan arah alami dari keberadaan alami mereka. Hidayat, 2016. Singkatnya, dasar-dasar pendidikan Islam harus dipelajari secara luas dan menyeluruh untuk memandu tren dan langkah-langkah dalam pengembangan pendidikan, yang bukan dapat dipisahkan dari landasan, yaitu Alquran, hadits, dan ijtihad yang dilakukan oleh para ulama. Demikian sabda Nabi SAW sebagaimana dijabarkan dalam hadis. Nabi-Nyaโ Al-Bukhari, Hadits di atas ialah wasiat yang diperlihatkan Nabi SAW kepada umatnya dan dibagikan di saat-saat terakhir hidupnya. Dalam wasiat, Haditsialah pedoman kedua setelah Al-Qur'an. Kajian sebelumnya โAchmad Yasli, Pendidikan dari Perspektif Muslimโ. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pendidikan Islam telah mengalami kemajuan yang baik dalam perkembangan akhlak peserta didik. Hal ini dilakukan oleh memberikan latihan dan kebiasaan di kelas. Karya sebelumnya โSiti Komarya, Pendidikan dari Perspektif Haditsโ. Studi tersebut menyimpulkan bahwa karena pendidikan memiliki manfaat, ia dapat mengubah masyarakat bodoh menjadi manusia terbaik. Penelitian sebelumnya โPendidikan Islam dari Perspektif Abdul Muhid, Haditsโ. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pembinaan karakter siswa dilakukan oleh guru agama Islam dan tercermin dalam sikap dan perilaku siswa yang bermaksud untuk meningkatkan kualitas moral dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dicirikan oleh membentuk pemahaman Islam yang utuh dan komprehensif, melestarikan ilmu yang dipelajari, mengembangkan ilmu yang diperoleh dan menjaganya di jalur syariah. Hasil pendidikan Islam ialah jiwa yang tenteram, akal yang arif dan kuat, serta amal yang banyak. Oleh latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk membahas lebih jauh konsep pendidikan Islam dari perspektif hadits. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif disertai oleh kajian pustaka. Penelitian ini ialah penelitian kepustakaan dimana kegiatan penelitian hanya terbatas pada bahan-bahan yang ada di perpustakaan tanpa memikirkan penelitian lapangan. Amirudin et al., 2020. Metode penelitian kualitatif ialah penelitian yang bermaksud untuk mempelajari keadaan objek yang alamiah sebagai alat yang penting bagi peneliti. Sritama, 2019. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara etimologis, kata pendidikan diartikan sebagai bentuk pendidikan, dan kata benda yang berasal dari kata โsiswaโ diawali oleh โpeโ dan diakhiri oleh โanโ. Pengertian Etika dan Intelijen Pendidikan erat kaitannya oleh education yang berarti pendidikan dalam bahasa Inggris dan tabiyah, talim dan taqib dalam bahasa Arab. Kata pendidikan awalnya berasal dari bahasa Yunani pรคdagogie dan mencakup dari dua kata paes dan kemudian. Kata paes berarti anak-anak dan kata kemudian berarti saya memimpin. Oleh karena itu, secara etimologis, pengasuhan yang stabil dikaitkan oleh kegiatan konseling, terutama karena anak-anak ialah objek dari pengasuhan. Munir, 2015. Ta `lฤซm dan al-ta'dฤซb semuanya secara etimologis diartikan sebagai tuntunan dan tuntunan. Namun, para pendidik memiliki kecenderungan yang berbeda mengenai penggunaan ketiga kata tersebut. Kata Al Talbiyah dalam Risan Al Arab berakar dari tiga kata Rabba Yarub penambahan. Rabba Yarva Meningkat dan Rabba Yarbu Meningkat Daulay et al., Pertama, pendidikan memiliki misi untuk mengangkat jiwa dan memperluas pemikiran seseorang. Kedua, pendidikan mencakup dari penerimaan dan pengajaran siswa. Pendapat Abd, Al-Fatah lebih universal daripada Al-Talubiyyah terkait kata Al-Tarim 7400 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis - Tamjidnoor DOI Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 karena Al-Tarim dikaitkan oleh ilmu. Pengetahuan ini dianggap sangat berharga dalam Islam. Apalagi al-Attas justru lebih suka menggunakan istilah al-Tadib. Sebab, pendapatnya, al-Talbiya terlalu luas dan bukan hanya mencakup pendidikan manusia tetapi juga pendidikan hewan. Baginya itu terbatas pada manusia. Fattah, 2017. Pengertian pendidikan yang berasal dari kata al-ta'lim dalam hadits ini ialah bahwa kata al-ta'lim secara implisit mengandung emosi, seperti yang diungkapkan oleh Abdul Fattah Jalal dalam Samsul Nizar. Kata al-ta'lim juga menekankan perilaku yang baik akhlak al-karimah dan oleh demikian aspek selain aspek kognitif dan psikomotorik. Al-ta'lim lebih umum. Artinya, proses menyampaikan pengetahuan yang berbeda kepada jiwa individu tanpa batasan atau kondisi. Manusia memiliki kemampuan berpikir yang berbeda dari binatang, jadi kita perlu mendorong pemikiran yang baik. Pertumbuhan dan perkembangan potensi psikologis peserta didik harus diperhatikan pertama-tama pada saat merancang dan melaksanakan pendidikan. Lewat pengembangan intelektual, siswa dibimbing untuk membentuk kemitraan sosial dalam kehidupan dan mencapai kehidupan yang bahagia di kehidupan ini dan selanjutnya. Untuk mencapai maksud tersebut, keberadaan pendidikanialah bagian integral dari pembangunan peradaban. Proses iniialah maksud mulia karena berkaitan oleh penyebarluasan ilmu sebagai salah satu tugas umat manusia, ranah kekhalifahan. Pengertian pendidikan yang ditawarkan dalam hadits ini ialah proses pendidikan yang menitikberatkan pada kenaikan dan penyempurnaan akhlak dan etika. Dalam maksudnya, istilah al-ta'dib menitikberatkan pada upaya membangun seorang muslim yang berakhlak mulia. Kata Altarbiya disini berarti mendidik, merawat, membimbing. Dalam pengertian ini, mendidik baik secara fisik maupun mental. Kata bagal juga digunakan oleh Tuhan. Mungkin karena Tuhan mendidik, merawat, bahkan mencipta. Dari sini kita juga dapat mengathendak bahwa al-tarbiyyah memiliki empat elemen dasar 1. Mengembangkan dan memelihara fitrah peserta didik sebagai orang dewasa. 2. Keluarkan potensi penuh Anda dan jadilah sempurna. 3. Bimbing semuanya oleh sempurna secara alami. 4. Melaksanhendak pendidikan secara berjenjang. Al-Talbiyah oleh demikianialah bentuk pembinaan manusia yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan Istimullah untuk terbentuknya manusia yang bertakwa. Lewat Fiqriyyah akal, Sulukiyah akhlak dan pembangunan fisik. Oleh karena itu manusia membutuhkan bimbingan, pendidikan, trubya, petunjuk, peringatan agar mereka dapat melihat dan mengatur kedudukan alamiahnya sesuai oleh kehendak Tuhan. Pendapat Munir Mursiy Sarhan, pendidikan ialah proses sadar yang langsung atau bukan langsung menyesuaikan individu oleh lingkungan sosial-sosial. Al-Ghazali dalam tulisan Abidin bin Rusun berpendapat bahwa pendidikan ialah proses menumbangkan kehendak manusia sejak lahir sampai akhir hayat lewat berbagai ilmu berupa petunjuk langkah demi langkah kenaikan. Proses belajarialah komitmen orang tua dan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga menjadi manusia seutuhnya. 19 Amir Daien mendefinisikan pendidikan sebagai dukungan yang diberikan oleh mereka yang secara sadar dan sengaja membebankan kewajiban fisik dan mental kepada anak-anak untuk membantu mereka mencapai kedewasaan. Narawi, di sisi lain, mendefinisikan pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan jiwa manusia dan menyesuaikan perilaku dan emosinya dalam segala aspek kehidupan untuk mencapai maksud yang diinginkan. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa pendidikan memberikan pengetahuan bukan hanya dalam dimensi jasmani tetapi juga dalam dimensi rohani. Oleh karena itu, pendidikan oleh pendidik bukanlah proses sementara dan memakan banyak waktu. 7401 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis - Tamjidnoor DOI Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 Pendidikan ialah proses pencapaian maksud akhir pendidik. Pada hakekatnya maksud yang dicapai lewat pendidikanialah perwujudan nilai-nilai ideal yang dibentuk oleh manusia-manusia ideal. Nilai-nilai ideal tersebut mempengaruhi dan membentuk pola kepribadian manusia. Tingkah laku lahiriahialah cermin yang memproyeksikan ke dalam jiwa manusia nilai-nilai ideal yang disebut sebagai produk dari proses pendidikan. Maksud pendidikan, khususnya pendidikan Islam, menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia, terutama aspek moral. Ini ialah abstraksi, tetapi manifestasi moralitas ditemukan dalam sikap, tindakan, dan tindakan individu. Oleh karena itu harus ditekankan bahwa maksud pendidikan ialah untuk secara akurat menggambarkan harapan dalam proses pendidikan. Tanpa maksud yang jelas, semua kegiatan proses pendidikan bukan memiliki arah yang jelas, bahkan pendidikan pun terancam gagal. Selanjutnya maksud akhir pendidikan ialah agar peserta didik menjadi manusia sempurna Insan Kamil yang mengaku taat dan bertakwa kepada Tuhan. Maksud akhir pendidikan Islam ialah mewujudkan cita-cita ajaran Islam. Yakni, menunaikan misi menjadi khalifah di muka bumi, hamba Allah, dan membahagiakan manusia di dunia dan di akhirat. Hal ini sesuai oleh pernyataan Imam Ghazali dalam tulisan Abdurrahman Massoud bahwa maksud pendidikan Islam ialah a kesempurnaan manusia menuju takab kedekatan oleh Tuhan, dan b kesejahteraan. Ini mengacu pada kejujuran manusia. Berbahagialah di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, maksud akhir pendidikan khususnya pendidikan Islam ialah menjadi muslim yang utuh yang beriman, taqwa, berilmu, beramal dan berakhlak mulia guna memperoleh kredibilitas sebagai khalifah di muka bumi. Inilah realisasi Dan sebagai hamba Tuhan. โBagi orang tua yang merawat anaknya oleh baik, ini lebih utama daripada bingkisan.โ Istilah pendidikan dalam hadits di atas berasal dari kata al-ta`dฤซb, yang bersinonim oleh arti al-tarbiyah. atau akan. Meskipun kata ini bukan ditemukan dalam al-Qur'an untuk menunjukkan makna pendidikannya, namun kata tersebut sering disebutkan dalam hadits di samping teks-teks hadits. Saya jelaskan bahwa istilah pendidikan sudah mengandung unsur pengetahuan 'ilm, pengajaran ta' lฤซm dan pengembangan yang baik tarbiyah. Muhtarom, 2016. Kedua, kata tadeeb, secara konseptual sudah mengandung unsur ilmu yang benar, pendidikan, dan pendidikan. Dari sudut pandang ini, Nurcholish Madjid sependapat bahwa kata al-ta`dฤซb dalam arti adab juga digunakan dalam konteks sastra, profesi, sosial, dan etika. Alquran menyatakan bahwa teladan ideal manusia yang beradab ialah Nabi. Oleh karena itu, dalam kaitannya oleh pendidikan, tadib mengacu pada dimensi akhlak. Mayasari, Maksud umum pendidikan Islam ialah menjadikan orang terpelajar menjadi hamba Allah yang saleh, pemimpin yang dijanjikan dan manusia sempurna yang ingin mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat Chaer, 2016. Maksud pendidikan ialah untuk membawa perubahan yang diinginkan dalam perilaku individu lewat proses pendidikan, dalam kehidupan pribadi, kehidupan sosial, lingkungan, atau pendidikan dan proses pendidikan. Sebagai aktivitas manusia itu sendiri dan dalam hubungannya oleh para profesional HAM di masyarakat Firmansyah, 2019. Pendapat konsep di atas, suatu pelatihan dianggap gagal atau bukan lengkap jika peserta pelatihan bukan berubah setelah menyelesaikan pelatihan. Agar terukur, maksud yang jelas harus dirumuskan sebelum setiap proses pendidikan dilaksanakan. Rumusan ini dapat dikaji oleh menggunakan sumber-sumber pendidikan Islam, yaitu Al-Quran dan Hadits sebagai sumber utama. Fauziyah, 2018. SIMPULAN Bukan dapat dipungkiri bahwa Haditsialah ekspresi konkrit dari ajaran Islam Al-Qur'an tentang tugas-tugas Nabi. Hadits pada hakekatnya ialah penafsiran dan pengamalan ajaran Al-Qur'an. Hadits ialah tafsir Al-Qur'an. Oleh karena itu, bukan dapat disangkal bahwa hadits bukan hanya dianggap sebagai fondasi pendidikan Islam. Kebenaran hadits juga konsisten oleh kebenaran yang diterima lewat literatur umum dan bukti sejarah. Bukan ada keraguan bahwa pesan Islam ini dikonfirmasi oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka yang mematuhinya akan mendapat pahala di dunia dan di akhirat. Ketika Islam dijadikan pedoman dalam 7402 Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis - Tamjidnoor DOI Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 6 Desember 2022 p-ISSN 2656-8063 e-ISSN 2656-8071 segala bidang dan aspek kehidupan, apalagi pendidikan, manusia perlu mencari petunjuk dan tetap berada di jalan yang benar. , pemisahan konsep studi agama dan dunia, pendidikan agama dan pendidikan seni liberal. DAFTAR PUSTAKA Al-Bukhari, S. Karakter Pendidik Dalam Kitab Hadis. 138. Amirudin, N., Muhammad, S., & Ulum, S. 2020. Karakteristik Peserta Didik Yang Ideal Perspektif Al-Qurโan Dan Hadits. Jurnal Pendidikan Islam, 92, 15. Barniโ, M. 2008. Dasar Dan Maksud Pendidikan Islam. 7, 18. Baskoro, A. Hadis-Hadis Rasulallah Saw. Tentang Pendidik. 02, 12. Chaer, M. T. 2016. Pendidikan Inklusif Dan Multikultur Dalam Perspektif Hadis Nabi Saw. Cendekia Journal Of Education And Society, 142, 209. Https// Daulay, D. A. R., Ag, M., & Nurmawati, D. Penilaian Pendidikan Dalam Persfektif Hadist. 123. Farida, S. N. 2018. Hadis-Hadis Tentang Pendidikan Suatu Telaah Tentang Pentingnya Pendidikan Anak. Diroyah Jurnal Studi Ilmu Hadis, 11, 35โ42. Https// Fasih, A. R. 2016. Dasar-Dasar Pendidikan Islam Dalam Tinjauanal-Qurโan Dan Al- Hadist. 11. Fattah, A. 2017. Konsep Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Hadits. Tarbawi Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12, 113โ122. Https// Fauzi, A. Urgensi Dan Keutamaan Serta Kedudukan Ilmu Yang Bermanfaat Sebagai Aset Akhirat. 12. Fauziyah, N. L. 2018. Pendidikan Akhlak Peserta Didik Dan Pendidik Dalam Perspektif Hadis Nabi. Almarhalah Jurnal Pendidikan Islam, 21, 51โ70. Https// Firmansyah, M. I. 2019. Pendidikan Agama Islam Pengertian, Maksud, Dasar, Dan Fungsi. 172, 12. Fitriana, D. 2020. Hakikat Dasar Pendidikan Islam. Tarbawy Jurnal Pendidikan Islam, 72, 143โ150. Https// Hidayat, R. 2016. Ilmu Pendidikan Islam Menuntun Arah Pendidikan Islam Indonesia. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia Lpppi. Jasman, E. Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam. 131. Lidinillah, D. A. M. Urgensi Ilmu Dalam Kehidupan. 21. Mayasari, D. Membentuk Lingkungan Pendidikan Islami Perspektif Hadits Nabi Saw. 02, 13. Muhtarom, A. 2016. Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hadis. An-Nidzam Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam, 31, 15โ34. Https// Munir, A. 2015. Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Hadis. 2, 11. Shamad, M. Y. 2014. Urgensi Mengajari Dan Memasyarakatkan Hadis-Hadis Nabi Saw. 9. Sritama, I. W. 2019. Konsep Dasar Dan Teori Pendidikan Agama Islam. 51, 15. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this MuhtaromPemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika keindahan semata namun lebihpada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikanlingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadisdijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah pohon bidara sebagaimanadiriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisadicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakanpenjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabilaada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telahmelanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnyadilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilaiajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upayamembangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harusdilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individuuntuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalammenyikapi fenomena lingkungan hidup. Moh. Toriqul ChaerThe study of the association or social interaction in Islamic education serves as the urgent problembecausea good social interaction is likely to affectstudentsโ good behavior in a pluralistic society and religious culture. Studentsโ understanding of this substance has become a very important resource in instilling the inclusive and multicultural education. This article presented and examined the hadiths which were relevant to Islamic educational materialsregarding the instructional issues of social interaction, tolerance, and cooperation such as Muamalah rights and Islamic preaching. The study revealed that the hadiths related to social interaction with non-Muslims had notrecommended to be rude to the non-Muslims if they did not hurt and harm the Muslims. This is consistent with the meaning of Islam itself that is to save and is not to be a device that punishthe people who do not believe in Allah, and Islam should be the spirit of unlimited ocean full of love who is able to frame the diversity in Indonesia. ุฅู ุฏุฑุงุณุฉ ุงูุตูุฉ ุงูุงุฌุชู
ุงุนูุฉ ูู ุนุงูู
ุงูุชุฑุจูุฉ ุงูุฅุณูุงู
ูุฉ ู
ูู
ุฉุ ูุฃู ุงูุตูุฉ ุงูุงุฌุชู
ุงุนูุฉ ุงูุทููุจุฉ ุชุคุฏูู ุฅูู ุงูุณููู ุงูุญุณู ููุทูุงุจ ูู ุงูู
ุฌุชู
ุน ุงูู
ุชุนุฏุฏ ุงูุซูุงูุงุช ูุงูุฃุฏูุงู. ูุฅู ููู
ุงูุทูุงุจ ููุฐู ุฃุตุจุญ ู
ุงุฏุฉ ู
ูู
ุฉ ูู ุถูุก ุบุฑุณ ููู
ุงูุชุฑุจูุฉ ุงูุดุงู
ูุฉ ูุงูู
ุชุนุฏุฏุฉ ุงูุซูุงูุงุช. ุญุงููุช ูุฐู ุงูู
ูุงูุฉ ุนุฑุถ ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูู
ูุงุณุจุฉ ุจู
ูุงุฏ ุงูุชุฑุจูุฉ ุงูุฅุณูุงู
ูุฉ ุงูู
ุชุนููุฉ ุจุงูุงุชุตุงู ุงูุงุฌุชู
ุงุนู ูุงูุชุณุงู
ุญ ูุงูุชุนุงููุ ู
ุซู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุนู ุญููู ุงูู
ุนุงู
ูุฉ ูุงูุฏุนูุฉ ุงูุฅุณูุงู
ูุฉ. ูุซู
ุฉ ุฃุญุงุฏูุซ ู
ุชุนููุฉ ุจุงูุงุชุตุงู ุงูุงุฌุชู
ุงุนู ุจุบูุฑ ุงูู
ุณูู
ูู, ูุฃุดุงุฑุช ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุฅูู ุฃููู ููุณ ููุงู ุญุซู ุนูู ุฅูุฐุงุก ุบูุฑ ุงูู
ุณูู
ูู ุฅุฐุง ูุงููุง ูุง ูุคุฐูู ุงูู
ุณูู
ูู ููุง ูุถุฑููููู
. ููุฐุง ูู
ุง ููุฌุฏ ูู ู
ุนูู ุงูุฅุณูุงู
ุงูู
ูุฌูู ูููุณ ุฌูุงุฒุง ูุชุญููู
ุฌู
ูุน ุงููุงุณ ุงูุฐูู ูุง ูุคู
ููู ุจูุ ููู ูููู ูุงุดุฑุง ูุฑูุญ ุงูู
ุญุจูุฉ ูุฌู
ูุน ุงููุงุณ ูู ุถูุก ุงูุชุนุฏูุฏุงุช ูู FitrianaTulisan ini membahas tentang hakikat dasar pendidikan Islam. Metode penelitian ini menggunakan literature research atau penelitian kepustakaan yang akan dianalisis dan disimpulkan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan studi pustaka yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menggunakan data-data yang berkaitan dengan dasar-dasar pendidikan Islam dari buku-buku, jurnal, koran, internet dan sumber lainnya yang relevan. Penelitian ini bersifat kualitatif yang lebih mengutamakan penggalian, penemuan, pembacaan, penjelasan dan penyampaian makna atau simbol data yang tersurat dan terserat dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini berupa 1 Pengertian Pendidikan Islam, 2 Dasar pendidikan Islam, 3 Fungsi pendidikan dalam Islam, 4 Tujuan Pendidikan dalam Islam, 5 Hubungan antara Tujuan Hidup dengan Tujuan Pendidikan dalam Islam. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk menjadikannya selaras dengan tujuan utama manusia menurut Islam, yakni beribadah kepada Allah SWT. Pendidikan Islam harus dibangun di atas konsep kesatuan integrasi antara pendidikan aqliyah dan qalbiyah, sehingga menghasilkan manusia muslim yang pintar secara intelektual sekaligus terpuji secara Laily FauziyahMorality is a trait attached to a person and becomes his identity. Noble character is the main foundation in the formation of a perfect Muslim. In order to form a noble person, it is very important to do an early effort in building the values of noble morals, including through education. However, it is not easy to instill good morals through education. There are a number of problems encountered, namely the lack of teacher exemplary educator; school atmosphere that is not conducive; schools are less than optimal in the actualization of morals; diverse student characters who come from diverse families; lack of communication between parents of students and schools institutions; and the negative impact of the current modernization which is increasingly unstoppable. In this case Rasulullah SAW through some of the hadith gives a picture of morals that should be applied by educators and students in everyday life, such as; respect for educators and students, good manners in the majlis of science, being gentle and so on. The implementation of moral values can be done with the method of habituation, giving examples daily practice, direct advice as well as criticism or satire subtly into all relevant subjects especially in religious education and citizenship, integrating moral education into activities that are programmed or planned, establishing communication or collaboration between educational institutions and parents of students, and optimizing the role models of FattahPendidikan karakter adalah menanamkan karakter tertrtu sekaligus ,memberikan benih agar peserta didik mampu menumbuhkan karakter khasnya pada saat menjalani kehidupan di masyarakat. Dengan menjalani sejumlah gagasan atau model karakter tidak akan membuat peserta menjadi kratif, namun membutuhkan sebuah konsep yang matang mampu menumbuhkan karekter siswa. Salah satu konsep pendidikan karakter yang telah lama dibuat oleh Rasulullah lewat Hadits-haditsnya. Konsep pendidikan karakter yang digambarkan dalam hadist Rasulullah sangat penting untuk di kembangkan dan dipelajari. Adapun kualitas hadis tentang konsep pendidikan karakter adalah dari sanad maka hadis bersatus sahih li zatihi, demikian juga dari sahih segi matan. Sementara konsep pendidikan karakter dalam hadits ada dua. Pertama, pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karenanya pengaruh keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi sang anak harus berupa orang-orang yang baik pula. Kedua,dalam pandangan Islam, manusia lahir di dunia ini membawa fitrah,potensi, kemampuan dasar, atau pembawaan hereditas. Kata Kunci Pendidikan Karakter, Perspektif Hadits ABSTRACTCharacter education is to instill certain character at once, giving the seeds so that learners are able to cultivate its distinctive character at the time into the life of the community. By taking some ideas or models will not make the character become creative participants, but requires a mature concept was able to grow the character of students. One concept of character education that have long been made by the Prophet through the Hadith-hadith. The concept of character education that is described in the hadith the Prophet is very important to be developed and studied. As for the quality of the hadith about the concept of character education is of sanad become Shahih li zatihi, as well as valid in terms of honor. While the concept of character education in the hadith there are two. First, the establishment of which is based on the exemplary character will reap goodness for himself and others. Therefore, the influence of family as the first school for the children should be good ones anyway. Secondly, in the view of Islam, man is born in this world bring the nature, potential, basic abilities, or nature heredity. Keyword Character Education, Hadith PerspektifSusan Noor FaridaIt is very important in shaping the nature and character of man to be perfect man is education. Through education, be it family, school, or neighborhood, people can open mind for instance that there is nothing in the universe, there are a lot of science. From the start that there is in humanity itself up space that is difficult to reach by the senses and in the end thinking that the universe is the creator and the rule was one of a child's education should be noted that education in childhood that will affect the character of the child as an adult later. Education of children is not only done when they are still small. But, carried in the womb until he grew up. Hadith as part of the essential teachings of islam have so many precious cargo that can be used as a foothold in the education of children of this discourse. Therefore, the authors will describe some of the hadith related to the education of childrenKarakter Pendidik Dalam Kitab HadisS Al-BukhariAl-Bukhari, S. Karakter Pendidik Dalam Kitab Hadis. Peserta Didik Yang Ideal Perspektif Al-Qur'an Dan HaditsN AmirudinS MuhammadS UlumAmirudin, N., Muhammad, S., & Ulum, S. 2020. Karakteristik Peserta Didik Yang Ideal Perspektif Al-Qur'an Dan Hadits. Jurnal Pendidikan Islam, 92, Dan Maksud Pendidikan IslamBarniBarni', M. 2008. Dasar Dan Maksud Pendidikan Islam. 7, Rasulallah Saw. Tentang PendidikA BaskoroBaskoro, A. Hadis-Hadis Rasulallah Saw. Tentang Pendidik. 02, 12.
hadis tentang lingkungan pendidikan